masukkan script iklan disini
Timor Tengah Selatan, penakita.Info
Bencana longsor yang melanda Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe, terus menimbulkan dampak besar bagi warga setempat. Hingga Minggu, 23 Maret 2025, jumlah korban pengungsi meningkat drastis dari 47 jiwa menjadi 375 jiwa yang berasal dari 104 kepala keluarga (KK). Kondisi ini menggugah berbagai pihak untuk turun tangan, salah satunya PT. Teon Jaya, perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan.
Hari ini, Direktur PT. Teon Jaya, Ana Ani Lioe - Ataupah, bersama timnya, mendatangi lokasi pengungsian di GOR Nekmese Soe untuk menyalurkan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa berbagai kebutuhan dapur umum bagi para pengungsi yang tengah berjuang bertahan di tengah situasi sulit.
Saat ditemui di lokasi pengungsian, Ana Ani Lioe - Ataupah menyampaikan rasa prihatin dan kepeduliannya terhadap para korban.
"Kami dari PT. Teon Jaya turut merasakan duka yang mendalam atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Kuatae. Ketika mendengar kabar tentang longsor dan melihat bagaimana masyarakat terdampak begitu besar, kami merasa terpanggil untuk membantu. Kehadiran kami di sini bukan hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang terdampak tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ana Ani menambahkan bahwa bantuan yang diberikan kali ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan dapur umum di pengungsian.
"Kami telah melihat langsung kondisi di dalam tempat pengungsian ini, termasuk dapur umum yang digunakan untuk memasak makanan bagi para korban. Setelah berbicara dengan tim yang ada di lapangan, kami memahami bahwa kebutuhan utama saat ini adalah bahan makanan dan perlengkapan memasak. Oleh karena itu, kami membawa berbagai kebutuhan yang bisa langsung dimanfaatkan di dapur umum, agar para pengungsi bisa mendapatkan makanan yang layak dan bergizi," jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perhatian jangka panjang terhadap korban dan upaya pemulihan pasca-bencana.
"Kami berharap pemerintah daerah dan semua pihak terkait dapat bergerak cepat untuk memberikan solusi bagi masyarakat terdampak. Selain bantuan darurat, perlu ada langkah konkret untuk membantu warga membangun kembali kehidupan mereka, baik dalam hal tempat tinggal, fasilitas umum, maupun infrastruktur yang rusak. Sebagai perusahaan yang beroperasi di bidang kelistrikan, kami juga siap membantu dalam upaya pemulihan jaringan listrik jika dibutuhkan," tambahnya.
Di beritakan sebelumnya, Bencana longsor di Desa Kuatae bermula dari retakan tanah yang muncul sejak Desember 2022. Namun, pada 12 Maret 2025, hujan deras menyebabkan pergeseran tanah sejauh 300 meter hingga mencapai permukiman warga di perbatasan Kota Soe dan Kelurahan Soe, tepatnya di belakang BRI Soe.
Awalnya, dampak longsor dirasakan oleh 10 KK dengan total 47 jiwa. Namun, bencana susulan yang terjadi pada 14 Maret memperparah kondisi.
Wilayah terdampak meluas ke beberapa RT, termasuk RT 01, sebagian RT 02, seluruh RT 03 dan RT 04, serta sebagian RT 12 dan RT 13. Hingga kini, jumlah pengungsi terus bertambah seiring dengan akses jalan yang tertutup dan kondisi tanah yang semakin labil.
Kepala Desa Kuatae, Parco P. Salem, mengungkapkan bahwa berbagai fasilitas umum ikut rusak, termasuk kantor desa, aula, jaringan perpipaan air bersih, serta tiang dan kabel listrik. Selain itu, retakan tanah juga merusak lahan-lahan pertanian warga.
Menurutnya, salah satu faktor penyebab bencana ini adalah buruknya sistem drainase di Kampung Sabu, terutama di sekitar SMA PGRI Soe. Masalah ini sebenarnya sudah sering dibahas dalam Musrenbang tahunan, namun belum mendapat tindak lanjut serius dari pemerintah hingga bencana terjadi.
Di tengah kondisi yang sulit, kepedulian dari berbagai pihak menjadi harapan bagi para pengungsi. Banyak dari mereka yang saat ini tinggal di rumah keluarga terdekat, sementara sebagian lainnya bertahan di pengungsian dengan kondisi seadanya.
"Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah agar masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan solusi yang lebih baik," ujar Parco P. Salem.
Sementara itu, PT. Teon Jaya berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan menjadi contoh bagi pihak lain untuk ikut berkontribusi dalam membantu sesama.
"Kami percaya bahwa kepedulian dan solidaritas adalah kunci untuk bangkit dari musibah. Kami mengajak semua pihak, baik dari dunia usaha, komunitas, maupun individu, untuk turut membantu. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi mereka yang saat ini tengah berjuang," tutup Ana Ani Lioe - Ataupah.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah pengungsi masih terus bertambah, dan kebutuhan akan bantuan masih sangat diperlukan.
(Marti Honin)