Ruteng, penakita.info
Amanda, seorang perempuan muda yang cantik, seksi dan ramah, sedang berjalan-jalan di Lapangan "Natas Labar". Ia sedang menikmati panorama alam yang indah dan udara yang segar sembari menikmati minuman yang iya beli di "WELA KOPI" dekat Pasar Puni.
Tiba-tiba, ia melihat seorang laki-laki tampan yang sedang berlari di lapangan "Natas Labar". Laki-laki itu memiliki mata yang biru dan rambut yang hitam. Ia terlihat sangat gagah dan tampan.
Amanda tidak bisa tidak memandang laki-laki itu. Ia merasa tertarik dengan kegagahan dan ketampanannya. Laki-laki itu juga memandang Amanda dan tersenyum. Amanda merasa malu dan cepat-cepat menunduk.
Keesokan harinya, Amanda kembali berjalan-jalan di Lapangan "Natas Labar". Ia sedang menikmati panorama alam yang indah dan udara yang segar, sembari menikmati minum yang iya beli di "WELA KOPI" dekat Pasar Puni. Tiba-tiba, ia melihat laki-laki tampan yang ia lihat kemarin. Laki-laki itu sedang berjalan-jalan di lapangan "Natas Labar" dan memandang Amanda.
Amanda merasa malu dan cepat-cepat menunduk. Namun, laki-laki itu mendekati Amanda dan menyapanya. "Halo..., saya Geral," katanya dengan senyum. Amanda merasa terkejut dan tersenyum. Lalu, iya menjawab "Halo..., saya Amanda," katanya dengan malu.
Geral dan Amanda mulai berbicara tentang kehidupan mereka. Mereka berdua memiliki kesamaan dalam hal minat dan hobi. Geral suka berlari dan bermain sepak bola, sedangkan Amanda suka berjalan-jalan dan membaca buku.
Mereka berdua merasa sangat nyaman berbicara satu sama lain. Geral merasa tertarik dengan kecantikan dan keramahan Amanda, sedangkan Amanda merasa tertarik dengan kegagahan dan ketampanan Geral.
Geral dan Amanda mulai sering bertemu di Lapangan "Natas Labar". Mereka berdua suka berjalan-jalan dan berbicara tentang kehidupan mereka. Geral merasa sangat bahagia memiliki Amanda sebagai teman, sedangkan Amanda juga merasa sangat bahagia memiliki Geral sebagai teman.
Mereka berdua mulai merasa bahwa mereka memiliki perasaan yang lebih dalam satu sama lain. Geral merasa bahwa ia jatuh cinta dengan Amanda, sedangkan Amanda juga merasa bahwa ia jatuh cinta dengan Geral.
Dihari berikutnya, Geral dan Amanda sedang berjalan-jalan di Lapangan "Natas Labar". Mereka berdua merasa sangat nyaman berbicara satu sama lain. Geral memandang Amanda dengan mata yang penuh cinta dan berkata, "Amanda..., saya cinta kamu."
Amanda merasa terkejut dan tersenyum. Lalu, Ia memandang Geral dengan mata yang penuh cinta dan berkata, "Geral..., saya juga cinta kamu."
Mereka berdua merasa sangat bahagia dan memeluk satu sama lain. Mereka berdua tahu bahwa mereka memiliki perasaan yang sangat dalam satu sama lain dan bahwa mereka akan selalu bersama.
Geral dan Amanda mulai menjalani hari-hari mereka dengan bahagia. Mereka berdua sering bertemu di Lapangan "Natas Labar" dan berjalan-jalan bersama. Mereka berdua juga sering berbicara tentang masa depan mereka dan berharap dapat bersama selamanya.
Geral mulai mengenalkan Amanda kepada teman-temannya dan keluarganya. Mereka semua sangat menyukai Amanda dan merasa bahwa ia adalah pasangan yang tepat untuk Geral.
Namun, tidak semua orang menyukai hubungan Geral dan Amanda. Ayah Geral, yang merupakan seorang pengusaha sukses di Cibal, tidak menyukai Amanda karena iya takut Amanda ada pacar lainnya selain anaknya. Ia merasa bahwa Amanda pasti ada pacar lain selain anaknya.
Geral merasa sedih dan marah ketika ia mengetahui bahwa ayahnya tidak menyukai Amanda. Ia berbicara dengan ayahnya dan mencoba menjelaskan bahwa ia mencintai Amanda dan Amanda itu orangnya setia ayah..., jelasnya dengan nada lembut.
Setelah berulang-ulang kali Geral membujuk ayahnya, alhasil ayahnya menyetujui hubungan mereka dan Geral pun senang setelah disetujui oleh ayahnya soal hubungannya dengan Amanda
Begitu pula sebaliknya, Amanda mulai mengenalkan Geral kepada teman-temannya dan keluarganya. Mereka semua sangat menyukai Amanda dan merasa bahwa ia adalah pasangan yang tepat untuk Geral.
Namun, tidak semua orang menyukai hubungan Geral dan Amanda. Ibu Amanda, yang merupakan seorang Guru yang mengajar disalah satu Sekolah di Kecamatan Cibal, tidak menyukai hubungan Amanda dan Geral karena Geral terlalu tampan buat anaknya. Ia merasa bahwa Geral pasti ada pacar lain selain anaknya.
Amanda merasa sedih dan marah ketika ia mengetahui bahwa ibunya tidak menyukai Geral. Ia berbicara dengan ibunya dan mencoba menjelaskan bahwa ia mencintai Geral dan Geral juga mencintai saya bu..., dia orangnya setia saya tau dia tidak ada pacar selain saya. Apalagi hubungan pacaran kami sudah jalan dua tahun bu..., jelasnya dengan nada lembut.
Setelah berulang-ulang kali Amanda membujuk dan menjelaskan kepada ibunya soal kesetiaan Geral dengan dirinya, alhasil ibunya Amanda menyetujui hubungan mereka dan Amanda pun senang setelah disetujui oleh ibunya soal hubungan pacarannya Geral
Dihari berikutnya, Geral dan Amanda pergi berjalan-jalan di Lapangan "Natas Labar" mereka berdua sama-sama bercerita bahwa hubungan mereka disetujui oleh kedua orang tua dan keluarga besar serta teman-teman mereka.
Disela mereka bercerita, Geral memandang Amanda dengan mata yang penuh cinta dan berkata, "Amanda..., saya cinta kamu lebih dari apa pun di dunia ini."
Amanda merasa terharu dan tersenyum. Ia memandang Geral dengan mata yang penuh cinta dan berkata, "Geral..., saya juga cinta kamu lebih dari apa pun di dunia ini."
Mereka berdua merasa sangat bahagia dan memeluk satu sama lain. Mereka berdua tahu bahwa mereka memiliki perasaan yang sangat dalam satu sama lain dan bahwa mereka akan selalu bersama.
Geral dan Amanda mulai membuat rencana untuk masa depan mereka. Mereka berdua berharap dapat menikah dan memiliki anak-anak bersama. Mereka berdua juga berharap dapat membangun rumah dan hidup bahagia bersama.
Geral mulai mencari pekerjaan yang lebih baik untuk dapat membiayai hidup mereka bersama. Amanda juga mulai mencari pekerjaan yang lebih baik untuk dapat membantu Geral.
Tepatnya malam minggu, Geral dan Amanda pergi lagi untuk lepas penatnya di Lapangan "Natas Labar", menikmati panorama alam yang indah. Mereka berdua merasa sangat bahagia dan memandang satu sama lain dengan mata yang penuh cinta.
Geral memandang Amanda dan berkata, "Amanda..., saya cinta kamu selamanya."
Amanda memandang Geral dan berkata, "Geral..., saya juga cinta kamu selamanya."
Mereka berdua merasa sangat bahagia dan memeluk satu sama lain. Mereka berdua tahu bahwa mereka memiliki perasaan yang sangat dalam satu sama lain dan bahwa mereka akan selalu bersama.
Geral dan Amanda mulai mempersiapkan pernikahan mereka. Mereka berdua sangat bahagia dan tidak sabar untuk menikah. Mereka berdua memutuskan untuk menikah di salah satu Gereja di Cibal dan Perjamuan Pernikahan di Lapangan "Natas Labar", tempat mereka pertama kali bertemu.
Geral membeli cincin pernikahan yang indah untuk Amanda, sedangkan Amanda mempersiapkan gaun pernikahan yang cantik. Mereka berdua juga mempersiapkan undangan pernikahan dan dekorasi untuk pernikahan mereka.
Hari pernikahan Geral dan Amanda tiba. Mereka berdua sangat bahagia dan tidak sabar untuk menikah. didalam Gereja yang sudah penuhi oleh keluarga besar dari Geral dan Amanda.
Setelah itu, Pada malam hari di Lapangan "Natas Labar" dipenuhi dengan tamu-tamu yang hadir untuk merayakan pesta pernikahan mereka.
Geral dan Amanda berjalan menuju panggung acara perjamuan pernikahan, diiringi oleh lagu Manggarai yang berjudul "WULANG GERAK". Mereka berdua memandang satu sama lain dengan mata yang penuh cinta dan berjanji untuk saling mencintai selamanya.
Setelah pernikahan, Geral dan Amanda berangkat untuk bulan madu. Mereka berdua memilih untuk pergi ke pantai di Reo. Mereka berdua sangat bahagia dan tidak sabar untuk menikmati waktu bersama.
Geral dan Amanda menghabiskan hari-hari mereka dengan berjalan-jalan di pantai, berenang, dan menikmati makanan yang lezat dihidangkan di salah satu resto. Mereka berdua juga menghabiskan malam-malam mereka dengan berdansa dan menikmati musik yang romantis "Wulang Gerak".
Setelah bulan madu, Geral dan Amanda kembali ke rumah mereka yang berada di Cibal. Mereka berdua sangat bahagia dan tidak sabar untuk memulai kehidupan baru mereka bersama.
Geral dan Amanda memulai kehidupan baru mereka dengan penuh semangat. Mereka berdua membangun rumah yang indah dan memiliki anak-anak yang cantik. Mereka berdua juga memulai bisnis yang sukses dan memiliki kehidupan yang bahagia.
Geral dan Amanda telah menikah selama beberapa tahun. Mereka berdua masih sangat bahagia dan tidak sabar untuk terus menikmati kehidupan bersama.
Geral memandang Amanda dengan mata yang penuh cinta dan berkata, "Amanda..., saya cinta kamu selamanya."
Amanda memandang Geral dengan mata yang penuh cinta dan berkata, "Geral..., saya juga cinta kamu selamanya."
Mereka berdua merasa sangat bahagia dan memeluk satu sama lain. Mereka berdua tahu bahwa mereka memiliki perasaan yang sangat dalam satu sama lain dan bahwa mereka akan selalu bersama.
Geral dan Amanda telah memiliki dua anak yang cantik dan ganteng, seorang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka berdua sangat bahagia dan tidak sabar untuk melihat anak-anak mereka tumbuh dewasa.
Anak laki-laki mereka bernama Fano, sangat mirip dengan Geral. Ia memiliki mata yang biru dan rambut yang hitam. Anak perempuan bernama bernama Fanti , sangat mirip dengan Amanda. Ia memiliki mata yang coklat dan rambut yang panjang.
Geral, Amanda, Fanti, dan Fano sangat bahagia dan harmonis. Mereka berempat sering melakukan kegiatan bersama, seperti berjalan-jalan di pantai "Tempode Resort" di Reo dan bermain di Lapangan "Natas Labar".
Geral dan Amanda sangat bangga dengan anak-anak mereka. Mereka berdua selalu mendukung dan memotivasi anak-anak mereka untuk menjadi yang terbaik.
Fanti dan Fano telah tumbuh dewasa. Mereka berdua telah memiliki pendidikan yang baik dan telah memiliki pekerjaan yang stabil.
Fanti telah menjadi seorang dokter yang sukses, sedangkan Fano telah menjadi seorang pengusaha yang sukses. Mereka berdua sangat bahagia dan tidak sabar untuk memulai kehidupan baru mereka.
Fanti dan Fano telah menemukan pasangan hidup mereka. Fanti telah menikah dengan seorang laki-laki ganteng yang bernama Opang, sedangkan Fano telah menikah dengan seorang wanita yang cantik bernama Liva.
Geral dan Amanda sangat bahagia dan bangga dengan anak-anak mereka. Mereka berdua telah menjadi kakek dan nenek yang bahagia.
Geral dan Amanda telah menikah selama beberapa dekade. Mereka berdua masih sangat bahagia dan tidak sabar untuk terus menikmati kehidupan bersama.
Geral memandang Amanda dengan mata yang penuh cinta dan berkata, "Amanda..., saya cinta kamu selamanya."
Amanda memandang Geral dengan mata yang penuh cinta dan berkata, "Geral..., saya juga cinta kamu selamanya."
Mereka berdua merasa sangat bahagia dan memeluk satu sama lain. Mereka berdua tahu bahwa mereka memiliki perasaan yang sangat dalam satu sama lain dan bahwa mereka akan selalu bersama.
Catatan: Cerita tersebut adalah fiksi tidak sesuai dengan kejadian nyata. Terkait nama dan tempat hanyalah pelengkap keindahan penulisan dari penulis
(Opang Nero)