• Jelajahi

    Copyright © Pena Kita
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Pemda Manggarai Disinyalir Gagal: Progres Proyek Ke Wae Naong di Wancang Cibal Yang Terlupakan

    Rabu, 02 April 2025, April 02, 2025 WIB Last Updated 2025-04-02T11:41:22Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Ruteng, penakita.info

    Proyek percetakan sawah dan pembukaan jalan ke Wae Naong di Kampung Wancang, Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikerjakan 13 tahun lalu disinyalir gagal gegara tidak ada lanjutan pembangunan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai untuk mendorong kemajuan pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi bagi warga. 



    Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) T.A 2012 yang diusulkan oleh Pemerintah Desa Ladur melalui Dinas Pertanian kabupaten Manggarai. 



    Dalam proyek percetakan sawah itu, ada 4 (empat) lingko yang jadi sasaran, diantaranya: Lingko Coa, Lingko Nderu, Lingko Bea Buruk Satu, dan Lingko Bea Buruk Dua dengan total 30 Hektar sawah yang kerjakan. 



    Kawasan ini sebenarnya sudah ada potensi besar untuk menjadi pusat produksi pertanian dengan komoditas unggulan seperti; jagung, padi, dan tanaman hortikultura, serta perkebunan jambu menteh dan kemiri. tetapi sayangnya tidak ada lanjutan pembangunan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai hingga saat ini.



    Selain itu, kawasan ini juga mempermudah warga setempat untuk mendapatkan pasir kali. Sehingga, kalau proyek yang strategis ini diperhatikan kembali maka warga sekitar tidak lagi pergi ke Kecamatan Reo "Wae Pesi" untuk mengambil pasir



    Namun, proyek yang cukup strategis ini sepertinya dibiarkan saja oleh Pemda Manggarai. Pasalnya, setelah pembukaan awal proyek ini tidak ada lagi pembangunan lanjut untuk mendorong kemajuan pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi warga. 



    Ada 2 (dua) yang menjadi dasar bahwa proyek tersebut diduga gagal dan tidak mendorong kemajuan pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi warga, diantaranya:



    Pertama, tidak adanya drainase (selokan air) lanjutan dari embung yang sudah dibangun oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian Provinsi ke sawah warga pada tahun 2021.



    Kedua, jalan yang dibuka menuju ke Wae Naong pada tahun 2012 tersebut dibiarkan begitu saja. Sehingga, jalanan tersebut sudah berubah menjadi hutan kembali dan dibadan jalan sudah banyak titik jadi kali kecil. 



    Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai mendorong pembangunan berbasis pertanian melalui program Quick Wins 100 Hari Kerja Hery-Fabi. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Wae Naong, Kecamatan Cibal.



    Pemda Manggarai mengklaim bahwa pengembangan kawasan ekonomi baru Wae Naong sebagai bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Kecamatan Cibal, khususnya di delapan desa mulai dari Desa Rado hingga Desa Ladur. 



    Sementara, di Kampung Wancang, Desa Ladur, kecamatan Cibal, yang sudah jelas ada pembangunan sebelumnya tidak diperhatikan keberlanjutan pembangunan oleh Pemda Manggarai. 



    Semoga rancangan Pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai dengan mendorong pembangunan berbasis pertanian melalui program Quick Wins 100 Hari Kerja Hery-Fabi tidak hanya panas diawal. Akan tetapi, terus berlanjut demi mewujudkan pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi warga. 



    Kepada media ini Ferdi Hasi yang akrab disapa Ferdi mengatakan bahwa proyek percetakan sawah dan pembukaan jalan ke Wae Naong ini waktu masa jabatannya sebagai Kepala Desa Ladur. Senin, 31 Maret 2025



    "Proyek tersebut dibuka pada tahun 2012, hingga saat ini tidak ada lanjutan pembangunan untuk peningkatan pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi bagi warga", Kata Mantan Kades periode 2007-2013 tersebut. 



    Lanjut kata Ferdi, adapun Anggaran yang digelontorkan dari Pemda Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian Provinsi NTT berupa pembuatan embung yang dikerjakan melalui swakelola oleh kelompok tani "Bantang Cama" yang ada di Kampung Wancang pada tahun 2021.



    Namun, Anggaran tersebut hanya berfokus pada pembuatan embung saja. Mengingat Anggarannya terbatas sekitar 120 Juta. Tentu, Anggaran ini tidak cukup untuk pemenuhan kebutuhan pertanian yang saat ini belum ada drainase ke sawah warga. 



    "Anggaran 120 juta pada tahun 2021 tentunya masih belum cukup untuk pemenuhan kebutuhan pertanian yang saat ini belum ada drainase ke sawah warga", Ungkapnya



    Selain itu kata Ferdi, jalan yang dibuka pada tahun 2012 tersebut belum ada peningkatan status. Pasalnya jalan tersebut kini menjadi hutan kembali dan ditengah jalan sudah ada kali-kali kecil. 



    "Percetakan sawah dan buka jalan ke Wae Naong itu satu paket dulu waktu tahun 2012. Namun, hingga saat ini belum ada perubahan status dari jalan tersebut", ujarnya



    Terus kata Ferdi, pentingnya peningkatan status dari jalan tersebut mengingat untuk keperluan pengangkutan hasil pertanian dan mengangkut pasir dari Wae Naong



    "Ketika jalan tersebut sudah peningkatan status dari jalan tanah ke telford kemudian lapen untuk mempermudah mengangkut hasil pertanian dan bisa mengambil pasir di Wae Naong untuk keperluan pembangunan rumah dan lainnya", Terang Ferdi



    Sehingga, warga setempat tidak lagi mengambil pasir kali yang terletak di Wae Pesi Kecamatan Reok. 



    "Program Pemda Manggarai ini saya sangat sepakat untuk jadikan Wae Naong sebagai pengembangan kawasan ekonomi baru bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Kecamatan Cibal. Namun, proyek ini harus berlanjut pembangunannya supaya memberikan dampak positif bagi warga", Harapan Mantan Kades itu



    Ferdi juga berharap DPRD Manggarai khususnya dari Dapil IV ini turun ke bawah untuk menampung aspirasi warga sehingga bisa menyampaikan kepada Pemda Manggarai terkait kondisi yang memprihatinkan kami di Kampung Wancang, Desa Ladur ini. 



    "Kurang lebih 8 tahun DPRD Manggarai khususnya dari Dapil IV tidak pernah datang melakukan reses di Kampung Wancang ini. Tetapi, kalau datang kampanye sering keluar masuk", Tutup Ferdi



    (Opang Nero)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini